Type something and hit enter

Pasang Iklan Anda
author photo
By On
Web Design Kalteng
BLOGGER KALTENG (Palangka Raya) - Pelantikan sekaligus Rapat Kerja Karang Taruna Kalimantan Tengah masa bakti 2017-2022 dijadwalkan pada 6 Oktober 2017 di Hotel Dandang Tingang Palangka Raya. Proses Pelantikan akan langsung dilakukan oleh Ketua Pengurus Nasional Karang Taruna Bapak Didik Mukrianto.

Dimulai dari pemilihan tempat saja menjadi pertimbangan matang oleh panitia. Mengingat Hotel Dandang Tingang adalah salah satu aset pemerintah daerah, harapannya dengan adanya acara ini mampu dimanfaatkan semaksimal mungkin.

"Kita memilih Hotel Dandang Tingang bukan tanpa sebab, ini sebagai salah satu cara memaksimalkan fungsi aset daerah yang dimiliki oleh Pemerintah", ungkap Rano Rahman selaku Ketua Panitia.

Dan juga harus dimanfaatkan dengan baik oleh peserta, karena pada saatnya nanti akan ada arahan dari H. Agustiar Sabran Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng, dikemas dalam dialog bersama yang mengusung tema “Sinergitas Gerakan Karang Taruna dalam Mendukung Penguatan Kearifan Lokal dan Kelembagaan Adat".

Jauh sebelumnya jika kita mengikuti aktivitas Karang Taruna Kalteng yang kini dinahkodai oleh Abdul Hafid telah banyak melaksanakan road show kegiatan di beberapa desa/ kelurahan. Walaupun pada saat itu secara resmi belum dilaksanakannya pelantikan pengurus. Tidak berlebihan jika hal ini dikatakan sebuah "sejarah" mengingat Karang Taruna digagas sebagai Pilar Sosial oleh Kementerian Sosial RI.

6 Oktober 2017, bukan hari biasa bagi para pengurus, cukup banyak orang-orang yang dengan perbedaan latar belakang, nantinya akan menggunakan warna yang sama memegang amanah sebagai Pilar Sosial di Kalimantan Tengah 5 tahun ke depan. Sesuai dengan Surat Keputusan, jumlah pengurus yang akan dilantik mencapai 100 orang lebih, diisi oleh para aktivis yang sebelumnya telah matang dalam berorganisasi dengan disiplin ilmu dan minat masing-masing. Jadi, kata "Bangkit Kembali" adalah kalimat yang pantas untuk disandingkan dalam perhelatan Pilar Sosial kali ini.

Rapat Kerja juga akan dihadiri oleh Pengurus Karang Taruna Kabupaten/ Kota se Kalimantan Tengah bersama dengan Dinas Sosial selaku Pembina Fungsional. Artinya, momen ini harus mampu menghasilkan gagasan konstruktif dan gerakan yang terukur dengan tetap fokus pada tugas pokok Karang Taruna.

Rakerprov periode 2017-2022 akan mensinergikan program nasional yang sudah berjalan seperti Karang Taruna berprestasi, peningkatan dan pengembangan ekonomi produktif, Bulan Bakti Karang Taruna yang dilaksanakan setiap tahunnya serta program strategis lainnya.

Abdul Hafid menjelaskan sesuai dengan tema “Karang Taruna Membangun Desa Untuk Kalimantan Tengah Berkah" merupakan gagasan kritis dan salah satu upaya menyukseskan visi Kalteng Berkah Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran yang dimulai dari pembangunan desa.
“Sesuai dengan tema yang kami usung, tugas Karang Taruna sebagai Pilar Sosial akan menjadi wadah pembinaan dan pengembangan generasi muda dibidang usaha kesejahteraan sosial. Selain itu juga, upaya pembinaan dan pembangunan di setiap desa/ kelurahan yang dilakukan Karang Taruna juga salah satu wujud nyata menyukseskan visi Kalteng Berkah Gubernur Kalteng,” ungkap Abdul Hafid. 
"Mencapai semua itu, tentunya Karang Taruna harus bersinergi dengan Pemerintah dan semua komponen masyarakat. Tidak lain tujuannya semata-mata untuk menjawab semua masalah kesejahteraan sosial masyarakat, baik yang bersifat preventif, rehabilitatif, maupun pengembangan potensi generasi muda di lingkungan sekitarnya", tegas Abdul Hafid kembali.
Upaya yang dilakukan akan dimulai dari penandatanganan MoU dengan DInas Sosial Kalimantan Tengah. Secara umum isinya akan mensinergikan program-program strategis dari Kementerian Sosial yang bisa dilaksanakan oleh Karang Taruna. Misalkan, pembangunan daerah terpencil, pendataan masyarakat miskin untuk kemudian bisa mendapatkan bantuan bedah rumah dari pemerintah, membangun dan mengembangkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah masyarakat.

Ini awal dari agenda besar dibidang sosial dan pemberdayaan masyarakat ditingkat desa/ kelurahan. Pemuda menjadi tolak ukur yang akan mengendalikan sejarah ke depannya. Jika ini memang pantas disebut sebagai bagian dari sejarah, maka sudah saatnya kita adalah bagian dari sejarah itu sendiri.

***
Debu Yandi | Blogger Kalteng

Click to comment