Type something and hit enter

author photo
By On
debuyandi

Bahan Pembelajaran 12 :
(Pengelola, Pendidik Sebaya, Konselor Sebaya)

RencanaTindak Lanjut (RTL)


I.       Pengertian
Rencana Tindak Lanjut adalah penyusunan rencana kegiatan pengelolaan PIK Remaja/Mahasiswa agar terarah sehingga tujuan tercapai dengan ukuran yang telah ditetapkan dalam panduan pengelolaan PIK Remaja/Mahasiswa. Istilah lain dari rencana tindak lanjut disebut juga Plan of Action (POA).

II.      Tujuan
A.     Tujuan Umum
Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menyusun rencana tindak lanjut atau plan of action terutama yang berhubungan dengan pengertian, langkah-langkah dan out line rencana kegiatan.

B.     Tujuan Khusus
Setelah mempelajari modul ini peserta diharapkan dapat:
1.  Memahami tentang pengertian Rencana Tindak Lanjut
2.  Memahami langkah-langkah pembuatan Rencana Tindak Lanjut
3.  Out line rencana kegiatan

III.    Langkah-Langkah Pembuatan Rencana Tindak Lanjut
Langkah-langkah pembuatan Rencana Tindak Lanjut adalah:
A.   Identifikasi masalah
B.   Identifikasi potensi
C.   Penetapan prioritas masalah
D.   Analisis penyebab
E.   Alternatif pemecahan masalah



IV.Out Line Rencana Kegiatan
A.     Mengidentifikasi permasalahan PIK Remaja/Mahasiswa saat ini.
B.     Merumuskan tujuan peningkatan pengelolaan PIK Remaja/Mahasiswa (meningkatkan kualitas PIK Remaja/Mahasiswa dari tahap Tumbuh menjadi tahap Tegak dan Tegar)
C.     Merumuskan kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan (peningkatan kemampuan Pengelola, Pendidik Sebaya dan Konselor Sebaya, sarana dan materi, langkah-langkah yang akan dilaksanakan)
D.     Hasil yang diharapkan dalam kegiatan (peningkatan kualitas PIK   Remaja/Mahasiswa)
E.     Waktu dan tempat pelaksanaan
F.     Rencana evaluasi dan tindak lanjut pelaksanaan kegiatan















DAFTAR PUSTAKA

1.    BKKBN - Direktorat Remaja dan Perlindungan Hak-Hak Reproduksi. Keterampilan Hidup (Life Skills). Jakarta, 2010.
2.    BKKBN - Direktorat Remaja dan Perlindungan Hak-Hak Reproduksi. Pendewasaan Usia Perkawinan. Jakarta 2010.
3.    BKKBN - Direktorat Remaja dan Perlindungan Hak-Hak Reproduksi. Penyiapan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja. Jakarta 2010.
4.    Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia. Advokasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba bagi Petugas Lapas/Rutan. Jakarta, 2009.
5.    Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia. Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Sejak Usia Dini. Jakarta, 2007.
6.    Bobbi De Porter. Mengatasi 7 Masalah Terbesar Remaja: Panduan bagi Orang Tua. Jakarta, 2007.
7.    Budiharsana, Meiwita dan H. Lestari, Buku Saku Kesehatan Reproduksi Remaja. Draft. Jakarta: YAI, 2001.
8.    Djajadilaga. Langkah-langkah Praktis Paket Pelayanan Kesehatan Reproduksi Remaja di Tingkat Pelayanan Kesehatan Dasar. Jakarta Depkes dan UNFPA, 1999
9.    Henry, Jill Tabutt, N. Widyantoro, dan K. Graff. Trainer’s Guide: Counselling the Postaboration Patient: Training for Service Providers. NY: AVSC International, November 1999.
10. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Buku Pemantauan Kesehatan Remaja. Jakarta, 2010.
11. Komisi Penanggulangan AIDS.  Mengenal dan Menanggulangi HIV, AIDS, Infeksi Menular Seksual dan Narkoba.
12. Rusdi Maslim. Panduan Praktis Penggunaan Klinis Obat Psikotropik. Edisi 3. Jakarta, 2001.
13. Sadli, Saparinah, dkk. Pengetahuan, Sikap dan Keterampilan Konselor Kontap. Jakarta: PKMI, 1991.
14. Satya Joewana. Gangguan Mental dan Perilaku Akibat Penggunaan Zat Psikoaktif. Edisi 2. 2005.


15. Sugiri Syarief. Menggapai Keluarga Berkualitas dan Sakinah. Jakarta, 2007.
16. USAID. Alat Kelamin dan Semua yang Perlu Kita Ketahui tentang Penyakit Menular Seksual.
17. Widyantoro, Ninuk. Abortion Counselling in Vietnam. NY: AVSC, 1998.



Click to comment