Type something and hit enter

author photo
By On
Sabung Ayam Online dengan Promo Bonus Terbaik Indonesia

Untuk Mu :
Sahabat Forum Lingkar Pena
Palangka Raya/Kalimantan Tengah
di-
Lautan Istiqomah
Merajut  Asa dengan Pena

Dari :
Debu Yandi
Sang Kelana Malam; Pemimpi kelas Kakap
di-
Hamparan Butiran Debu
Sesat tak temukan jalan.
Assalamu’alaikum. Wr. Wb.
Apa kabar sahabat-sahabatku, para pejuang pena yang tengah hanyut dalam lautan asa? Semoga tetap istiqomah berdakwah, berjuang dalam dunia yang semakin hari semakin tenggelam. Kini, tetesan embun pagi tak lagi berikan kesejukan dan kesegaran, sinar sang surya tak lagi berikan kehangatan dan kehidupan, laut berhenti berombak, angin tak lagi berhembus, burung-burung enggan bernyanyi, daun, pohon, dan ranting seakan berbisik, “Tinggalkan dunia ini, berlari, agar kau tak mati dalam kebosanan”, terlihat di pojok taman, bunga-bunga tak lagi menebarkan harumnya, layu dan tak pernah mekar kembali. Oh…dunia, berada di mana aku sekarang? Jalan yang ku tempuh, bak terhampar ular yang siap menerkamku setiap waktu. Adakah setitik asa untukku rajut kembali cita-cita? Adakah di setiap hembusan nafas ini, adalah setiap detik hidup yang akan ku nikmati? Adakah di setiap langkah kaki ini, sisa-sisa perjuangan yang mampu ku pungut kembali jika kini aku tersesat?
Jika akhir hidupku kini bagaikan buih di tengah samudera, apalah gunanya hidup ini? Jika tak lagi ku temukan bias sejuknya embun, bias cahaya dari awan-awan suram yang menutupi, maka lenyapkan aku dari bumi ini. Namun, biarkan aku reinkarnasi dengan takdir yang berbeda. Mampu melangkah pasti, melawan semua ketidak berdayaan hati. Sehingga mampu hidup lebih baik dan lebih berarti.
Sahabatku…tetap damping aku. Ku ingin dapatkan senyuman kalian, hingga aku mampu bangkit dan berlari kembali. Maafkan atas amanah yang tak sempat dan belum ku tunaikan. Sehingga sampai detik ini, air mata tak lagi menetes, jiwaku lenyap menyatu dengan butiran-butiran debu yang tak berarti. Aku hanya mampu berkhayal dan bersuara ”Andai dan Jika”, aku yang dulunya ada kini telah tiada di telan ambisi dan imajinasi nyata ku. Hanya mampu melukis indahnya pelangi dalam mimpi. Hanya mampu berjalan jika ada hembusan angin. Ku ingin menyatu dengan alam, agar ku mampu resapi butiran ayat-ayat kauniah, sehingga aku diciptakan tanpa sebuah alasan, seperti apa yang diungkapkan Malaikat tatkala Allah ingin menciptakan manusia sebagai khalifah di muka bumi ini.
Sahabatku…aku akan segera hadir kembali, setelah semuanya usai. Setelah ku temukan diriku kembali, setelah ku mampu memandang dan menerima realita skenario Tuhan yang ada. Aku akan hadir dengan wujud dan asa yang baru, dengan tetap sebagai sang pemimpi kelas kakap, yang tak pernah henti berlari bersama angina dalam wujud “sang debu”, menjadi lebih berarti, menjadi insan yang dirindukan, yang dilukiskan oleh para pejuang sebelum aku ada.

Palangka Raya, 28 Mei 2013
04.48 wib (ba’da subuh)
Catatan Rindu
Refleksi Sang Debu

Click to comment