Type something and hit enter

author photo
By On
debuyandi
Gita tuntang uwei masih manjadi andalan uloh dayak zaman huran, wayah toh are uloh dayak maimbul sawit, awi narai? Awi regan gita tuntang uweinah muhun, puna jatun rega ih. Wayah toh kea uluh dayak are bagawi ke sawit, tege ulu ih je masih mamantat tuntang manetes, te gin uluh je mina upun gita tuntang uwei kabuat, amun habagi rima puna dia ulih ih akan mambelom kaluarga.


Buhenkah wayah toh puna jatun rega ih gita dengan uwei lah? En ketun je mambasa ah toh katawan lah, awi mbuhen sebab ah?
Tuntang jete hindai, masyarakat Kalimantan Tengah masih baharap, nyeluharian kareh regan uwei dengan gita nah mandai. Mudahan ih lah.

Terjemahannya :

Dahulu, getah dan rotan menjadi andalan bagi orang dayak, sekarang kebanyakan masyarakat dayak menanam kelapa sawit, kenapa? Karena harga karet dan rotan turun, seperti tidak ada harganya. Sekarang juga orang dayak banyak kerja di perkebunan sawit, ada orangnya saja yang masih menyadap karet dan memotong rotan, itupun orang yang mempunyai pohon karet dan rotan sendiri, jika dibagi dalam pengerjaannya maka tidak akan mampu menafkasi keluarga.

Kenapa saat ini harga karet dan rotan tidak ada harganya? Apakah kalian yang membaca tulisan ini tahu kenapa sebabnya?

Walaupun demikian masyarakat Kalimantan Tengah masih berharap, harga karet dan rotan di tahun yang akan datang menjadi berharga kembali. Semoga saja.
Bahasa : Dayak NgajuBahasa sehari-hari yang saya gunakan.Mungkin masih bercampur aduk (tidak asli).Namun sebagai putra dayak ngaju saya mencoba melestarikan bahasa saya.Ikuti dan kunjungi terus Blogger Kalteng untuk mendapatkan info dan tulisan terbaru seputar Kalteng dan tulisan-tulisan menarik lainnya.

Click to comment