Type something and hit enter

author photo
By On
debuyandi
Suku Dayak Ngaju Kalimantan Tengah mempunyai pencak silat yang bernama Kuntau Bangkui. Dahulu Kuntau dan Bangkui terpisah, sekarang digenerasi penulis kedua silat tersebut telah digabungkan. 

Zaman dahulu setiap pemuda suku Dayak Ngaju waji menguasi ilmu beladiri sebagai bekal untuk berperang ataupun mengayau. Secara turun temurun beladiri ini diwariskan hingga kini.

Pergeseran budaya dan wajah kekinian peradaban membuatnya kini mulai ditinggalkan. Jika ditanya kepada pemuda Dayak Ngaju, apakah mereka tahu tentang Kuntau Bangkui? Hanya sedikit sekali yang mengetahuinya.
Jika kita menggali akar sejarah Kuntau, cerita-cerita lisan orang tua menyatakan bahwa gerakannya mirip dengan beladiri dari dataran China. Mengapa demikian? Menurut beberapa sumber, karena asal-usul Dayak berasal dari daerah dataran China, lebih tepatnya Yunan. Ada juga sumber yang menyebutkan bahwa, Suku Dayak awalnya adalah orang-orang China yang telah lama menetap di Kalimantan.
Kuntau sendiri sering ditampilkan dalam upacara-upacara tertentu misalnya acara dipesta perkimpoian. Kuntau sendiri terdiri dari berbagai macam bentuk variasi jurus, bunga dan langkah.

Bangkui adalah seni beladiri yang gerakannya diinspirasi dari gerakan hewan bangkui (sejenis monyet yang hidup dibelantara Kalimantan), gerakan bangkui banyak mempunyai gerakan mematikan lawan dengan sekali serangan, untuk itu Bangkui sangat berbahaya jika digunakan secara sembarangan. Bangkui sering digunakkan dengan tangan kosong, meski ada juga Bangkui yang menggunakan toya (tongkat), lebih cenderung menggunakan kelincahan anggota gerak badan (ekstremitas) dan cenderung menyerang musuh dari bawah. 

Sumber Foto : Ried E Gasan Photograph

Click to comment