Type something and hit enter

author photo
By On
advertise here
BLOGGER KALTENG - Kabupaten Katingan Provinsi Kalimantan Tengah menjadi salah satu berita terpopuler di berbagai media online karena ulah pemimpinnya. Berita ini dengan cepat tersebar baik di media lokal maupun nasional. Komentar-komentar negatif bermunculan dari netizen Kalimantan Tengah, pantauan Blogger Kalteng hanya sedikit yang bernada positif dengan berdoa agar istri dan anak dan keluarga beliau diberikan kesabaran atas musibah yang menimpanya.

Adagium sederhana "satu keburukan melupakan 1000 kebaikkan yang pernah dilakukan", sepertinya berlaku dalam tragedi kali ini. Sebelumnya, mungkin tidak ada netizen yang membicarakan prestasi Bupati Katingan dan bahkan tidak mengetahui apa-apa saja program beliau ketika sedang menjadi Bupati. Begitupun dengan media, hanya sedikit yang rutin mempublikasikannya.

Blogger Kalteng mencoba menelusuri apa yang menjadi program beliau selama menjabat sebagai Bupati. Tidak hanya untuk daerahnya, bahkan program-program itu turut serta menyelamatkan Kalimantan Tengah, Indonesia, dan bahkan dunia sebagai bagian dari kehidupan yang tidak terpisahkan. Hal ini tentunya tidak lepas dari kerjasama semua pihak.
Menolak lupa, bahwa program kerja dengan visi "Katingan Cerdas, Sehat, dan Terbuka" melahirkan gerakan "Katingan Conservation For Borneo" sehingga lahirlah motto The Green Kasongan. Hal ini telah dituangkan dalam Peraturan Bupati Katingan Nomor 34 tahun 2014 tanggal 17 September 2014. Kabupaten Katingan telah menempatkan diri sebagai kabupaten yang menerapkan kaidah-kaidah konservasi dalam pengelolaan pembangunan wilayahnya (konservasiborneo.katingan.go.id)
Keberadaan dua taman nasional di Kabupaten Katingan, yakni Taman Nasional Sebangau dan Taman Nasional Bukit Raya Bukit Baka menjadi bagian dari gagasan awal munculnya Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Katingan Conservation For Borneo. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Wakil Bupati (Wabup) Katingan Sakariyas yang membacakan sambutan tertulis Bupati Katingan Ahmad Yantenglie saat sidang paripurna DPRD Katingan di ruang paripurna DPRD Katingan, Kamis 8 Oktober 2015 (borneonews.co.id)

Lebih lanjut, arti penting dari lingkungan hidup ini sebagai kawasan yang menyimpan keanekaragaman hayati, paru-paru dunia, sumber air untuk berbagai kepentingan dan lebih penting lagi sebagai salah satu contoh penting dari ekosistem region Kalimantan yang masih asli dan belum terganggu.

Kabupaten Katingan merupakan sentra produksi rotan di Kalimantan Tengah dengan rata-rata produksi rotan asalan yang dipasarkan mencapai 600-800 ton setiap bulannya. Jenis Rotan yang banyak diusahakan masyarakat Katingan, meliputi Rotan Taman (Sega dan Irit), Rotan marau/manau dan Rotan Sabutan. Lebih dari 51% Rumah Tangga (12.746 KK) atau seluas ±325.000 Ha dari wilayah Kabupaten.

Luas kawasan hutan di wilayah Kabupaten Katingan mencapai 1.788.839 Ha atau 88,62% dari luas wilayah dan merupakan satu-satunya kabupaten di Indonesia yang memiliki 2 taman nasional (Taman Nasional Bukit Raya - Bukit Baka dan Taman Nasional Sebangau), berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten, Kabupaten Katingan mencanangkan Kawasan Lindung 44.301,39 Ha, Kawasan Budidaya Kehutanan seluas 892.218 Ha.

***
Sebagai informasi rencana aksi tiga negara (Brunai Darussalam, Indonesia dan Malaysia untuk pelestarian jantung Kalimantan (Heart Of Borneo-HoB) pada konvensi keanekaragaman hayati (CDB-COP-9) di Bonn Jerman (12 Pebruari 2007), merupakan Landscape terbesar yang diperhatikan dunia sebagai suatu kawasan hutan tropis basah di Kalimantan. 
Kabupaten Katingan menjadi salah satu landscape USAID IFACS Kabupaten di Pulau Kalimantan selain dua pulau (Sumatera dan Papua) yang menjadi orientasi wilayah perhatian dunia dibidang penurunan karbon dan emisi. Komitmen Pemerintah Kabupaten Katingan untuk menjadikan Katingan sebagai satu wilayah untuk borneo.
***
Adapun lokasi konservasi yang telah ditetapkan oleh Bupati Katingan dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Bupati Katingan Nomor : 050/224/KPTS/III/2016 tanggal 31 Maret 2016 yang Menunjuk dan Menetapkan Desa-desa yang berada di Wilayah Adminitratif Pemerintah Kabupaten Katingan sebagai Desa Konservasi dan tempat lokasi yang memiliki nilai-nilai konservasi yaitu :

14 (empat belas) Desa Konservasi yaitu :

  • Desa Tumbang Kaburai, Kecamatan Bukit Raya
  • Desa Rangan Kawit, Kecamatan Katingan Hulu
  • Desa Sebaung, Kecamatan Marikit
  • Desa Tumbang Habangoi, Kecamatan Petak Malai
  • Desa Tumbang Kaman, Kecamatan Senaman Mantikei
  • Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah
  • Desa Dahian Tunggal, Kecamatan Pulau Malan
  • Desa Bangkuang, Kecamatan Tewang Sanggalang Garing
  • Desa Tumbang Panggo, Kecamatan Tasik Payawan
  • 9 (Sembilan) tempat lokasi yang memiliki nilai konservasi, meliputi :
  • Desa Telaga, Kecamatan Kamipang
  • Desa Keruing, Kecamatan Kamipang
  • Desa Tumbang Bulan, Kecamatan Mendawai
  • Desa Jaya Makmur, Kecamatan Katingan Kuala
  • Desa Mekartani, Kecamatan Mendawai
9 (Sembilan) Lokasi bernilai Konservasi
  • Hutan Ulin di Areal IUPHHK PT. Dwimajaya Utama
  • Hutan Lindung Bukit Bala di Areal IUPHHK PT. Hutan Mulya
  • Kebun Buah-buahan hutan di Areal IUPHHK PT. Fitamaya Asmapara
  • Hutan Mangrove di kecamatan Katingan Kuala
  • Hutan Kota Kasongan
  • Ruang Terbuka Hijau di Sekotar Kantor Bupati Katingan
  • Hutan Adat Kaleka/Tajahan
  • Hutan Desa di Desa Petak Bahandang, Dea Hyang Bana dan Desa Talingke
  • Konservasi Sungai seberang Kota Kasongan (Pulau Lanoken)
Jadi, apakah menurut pembaca hal ini layak untuk dijadikan prestasi?



Click to comment