Type something and hit enter

author photo
By On
debuyandi
Kota Palangka Raya dengan jargon Kota Cantik tidak asing lagi dikenal, yang mana kata "Cantik" sendiri merupakan sebuah akronim dari kata (terenCana, Aman, Nyaman, Tertib, Indah, Keterbukaan). Berdiri sejak tahun 1957 dengan semboyan "Isen Mulang" yakni "Semangat Pantang Mundur", Luas Wilayah 2.400 km2 dan penduduk sebanyak 220.962 jiwa dengan kepadatan penduduk rata-rata 92.067 jiwa tiap km2 (sensus penduduk 2010).

Nah, dengan rata-rata penduduk demikian tentunya akan banyak memproduksi sampah setiap harinya, lebih-lebih jika penanganan masalah sampah kurang maksimal, belum lagi hobi dan bakat masyarakatnya membuang sampah sembarangan semakin mendarah daging. Sehingga, tidak mengenal dan takut dengan yang namanya Peraturan Daerah larangan pembuangan sampah dengan waktu dan lokasi/ TPS  yang telah ditentukan. 

Biasanya, sebagian tempat yang dilarang untuk membuang sampah akan ditulis berupa kata-kata kasar yang sifatnya "menyumpah", contohnya:

Foto : Instagram SeputarPLK, salah satu TPS di Kota Palangka Raya
Namun, cara cerdas, kreatif, dan produktif ternyata lebih mengena yakni salah satunya dengan cara "menanam sayuran di TPS dimaksud", hal ini menandakan bahwa masyarakat Kota Cantik Palangka Raya masih peduli terhadap lingkungan sekitar, sebagai contoh yang saya maksud berikut ini:

Foto : Debu Yandi, salah satu TPS yang sudah lama menjadi kebun warga di pinggiran jalan raya Kota Palangka Raya, tanaman sayuran Daun Singkong.

Nah, bagi lokasi atau TPS yang masih belum bisa mengusir para pembuang sampah sembarangan dimanapun berada, alangkah lebih baiknya cara kreatif tersebut dicoba. Yakin, kata-kata kasar berupa "menyumpah" tidak akan memperbaiki "kelakuan dan sifat" yang tidak baik, lebih bijak dan baik jika dengan kata yang sopan serta melakukan tindakan produktif.

#blogger
#debuyandi
#bloggerkalteng


Click to comment