Type something and hit enter

author photo
By On
debuyandi
BLOGGER KALTENG - Peringatan Hari Pahlawan, 10 November 2016 di Kota Palangka Raya berlokasi di Bundaran Soekarno (Bundaran Besar Kota Palangka Raya) merupakan moment langka dan berbeda di tahun ini. Sejumlah siswa mulai dari SD sampai SMA, Organisasi Kepemudaan, Resimen Mahasiswa, Kokam Muhammadiyah, dan lainnya ikut serta dalam perayaan peringatan Hari Pahlawan tersebut.

Baca juga : "Bundaran Soekarno" Usul Menpora Untuk Nama Bundaran Besar Kota Palangka Raya

Nampak jelas semangat "refleksi" kembali jiwa pahlawan yang dengan semangat dan persatuan mereka mampu membawa Indonesia merebut kemerdekaan yang ingin di ombang-ambingkan para penjajah kala itu.

Tagar yang diusung #TerimaKasihPahlawanKu dan #DariKaltengUntukIndonesia merupakan sebuah ungkapan syukur dan penghargaan yang setinggi-tingginya untuk para pahlawan yang telah gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan ini.

Ingat, hanya ingin merebut kata "kemerdekaan", hingga mereka rela menumpahkan jiwa, raga, darah, dan semua pengorbanannya. Namun, di sisi lain masih ada yang mengatakan "kita belum merdeka". Sejalan dengan bait lagu Indonesia Raya, dengan liryknya "bangunlah jiwanya, bangunlah badannya", artinya jika mereka yang belum merasakan arti dari merdeka itu, maka jiwa dan badannya belum bangun. Mereka masih terkurung dalam dilema penjajahan. 

Baca juga : Merdeka Itu, Jiwanya Telah Bangun, Badannya Juga Bangun

Anda mulai berpikir? Jika selama ini anda mengatakan kita belum merdeka dengan alasan kemiskinan di mana-mana, bagaimana dengan para pahlawan kita dahulu? Apakah mereka semua orang kaya? Mereka para pahlawan, mengerti betul arti dari sebuah pengorbanan, sehingga dalam kondisi dan situasi apapun kemerdekaan ini tidak boleh direbut kembali. 

Jika anda yang sedang membaca ini mengatakan "logika yang sangat sederhana dan dangkal dalam mengartikan makna kemerdekaan" itu artinya jiwa dan badan anda belum bangun. Ingat, para pahlawan rela mengorbankan hidupnya hanya ingin mendengar kata "merdeka" untuk Indonesia ini. Maka pantaslah jika mereka yang mengatakan "belum merdeka", mereka adalah penjajah masa kini, yang belum sadar, tidak berani bangkit, dan masih terkurung dalam konsep "terjajah".
#TerimaKasihPahlawanKu #DariKaltengUntukIndonesia Hadirkan dalam Jiwaku, Jiwanya Pahlawan begitu inginnya kita semua dalam peringatan hari Pahlawan ini. Karena dalam jiwa pahlawan ada banyak masa depan yang diperjuangkan, ada banyak cita-cita yang ingin diwujudkan, bagi para pahlawan harapan adalah bagian dari proses untuk menentukan jalan, dan bagi para pahlawan tidak ada yang tidak mungkin jika mereka terus berusaha dan berkorban sepenuh hati. Tanpa ragu sedikitpun mereka terus maju, jikapun mundur itu bagian dari proses mengatur strategi untuk maju dengan konsep yang lebih matang. Tidak ada kata menyerah yang pernah mereka ucapkan, jikapun mereka merasa tidak mampu maka Tuhanlah tempat mereka untuk meminta. 
Hadirkan dalam Jiwaku, Jiwanya Pahlawan
Catatan Kecil
Debu Yandi | Blogger Kalteng
10 November 2016


Click to comment