Type something and hit enter

author photo
By On
debuyandi

Bahan Pembelajaran 8:
(Konselor Sebaya)

Konselor Sebaya

I.       Prinsip-Prinsip Dalam Konseling
A.     Pengertian
Konseling adalah proses pemberi bantuan seseorang kepada orang lain dalam membuat suatu keputusan atau memecahkan suatu masalah melalui pemahaman terhadap suatu fakta, harapan, kebutuhan dan perasaan klien. (Saraswati, 2002).

B.     Tujuan
Tujuan konseling adalah membantu klien melihat permasalahannya supaya lebih jelas sehingga klien dapat memilih sendiri jalan keluarnya. Konseling berbeda dengan pemberian nasehat. Konseling berpedoman pada pandangan bahwa pengambilan keputusan adalah tanggung jawab klien. Seorang konselor bukan yang mengatur, mengkritik atau membuat keputusan yang kemungkinan tidak diterapkan oleh klien setelah pertemuan konseling selesai. la menjadi mitra/rekan dari klien, tetapi klien lah yang paling tahu masalahnya sehingga dialah pembuat keputusan.

C.    Faktor-faktor penghambat KIP/K
1.         Faktor Individual
Merupakan keterikatan budaya yang dibawa seseorang dalam melakukan interaksi. Misalnya faktor fisik, sudut pandang, nilai-nilai, status sosial, dan bahasa
2.         Faktor yang berkaitan dengan interaksi
a.     Tujuan dan harapan
b.     Sikap terhadap interaksi
c.      Pembawaan diri terhadap orang lain (seperti: kehangatan, perhatian, dukungan)
d.     Sejarah hubungan
3.         Faktor Situasional, yaitu percakapan yang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan.
4.         Faktor Kompetensi
Agar efektif, suatu interaksi harus menunjukan perilaku kompeten dari kedua belah pihak. Keadaan yang menyebabkan putusnya komunikasi adalah kegagalan menyampaikan informasi penting, bicara yang tidak lancar, dan salah pengertian.

II.      Tujuan
A.   Tujuan Pembelajaran Umum
Meningkatkan pemahaman tentang konseling
B.   Tujuan Pembelajaran Khusus
Setelah mempelajari modul ini peserta diharapkan dapat :
1.   Menjelaskan pengertian konseling
2.   Menjelaskan tujuan konseling
3.   Menjelaskan keterampilan-keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang KonselorSebaya
4.   Menjelaskan langkah-langkah dalam proses konseling

III.        Pengertian Konselor Sebaya
Konselor Sebaya adalah Pendidik Sebaya yang punya komitmen dan motivasi yang tinggi untuk memberikan konseling program PKBR bagi kelompok remaja/mahasiswa sebayanya yang telah mengikuti pelatihan konseling program PKBR dengan menggunakan modul dan kurikulum standar

IV.       Syarat-syarat menjadi Konselor Sebaya
A.   Berpengalaman sebagai pendidik sebaya.
B.   Mempunyai minat yang sungguh-sungguh untuk membantu klien
C.   Terbuka pada pendapat orang lain
D.   Menghargai dan menghormati klien
E.   Peka terhadap perasaan orang dan mampu berempati
F.    Dapat dipercaya dan mampu memegang rahasia
G.   Perasaan stabil dan kontrol diri yang kuat

H.   Memiliki pengetahuan yang luas mengenai:
    1. Seksualitas yang meliputi tumbuh kembang remaja, alat, sistem dan proses reproduksi, konsekuensi hubungan seks pra nikah ; kehamilan.
    2. HIV dan AIDS serta PMS
    3. NAPZA
I.      Memiliki ketrampilan dalam :
1.    Menciptakan suasana yang aman, nyaman dan menimbulkan rasa percaya klien terhadap konselor
2.    Melakukan komunikasi interpersonal, yaitu hubungan timbal balik yang bercirikan :
a.    Komunikasi dua arah
b.    Memperhatikan aspek verbal dan non verbal
c.    Mendengar secara aktif
d.    Penggunaan pertanyaan untuk menggali informasi, perasaan dan pikiran.
e.    Membantu klien dalam pengambilan keputusan.

V.     Keterampilan-keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang KonselorSebaya
A.        Keterampilan Observasi
Hal-hal yang ada dalam keterampilan observasi yaitu:
1.      Tingkah laku non verbal
2.      Tingkah laku verbal
3.      Kesenjangan tingkah laku verbal dan non verbal

B.        Keterampilan mendengar aktif
1.      Mendengar pasif atau diam
Dilakukan bila klien sedang menceritakan masalahnya : berbicara tanpa henti, menggebu-gebu, kesal atau sedih.  Konselor dapat mendengar pasif untuk memberikan kesempatan kepada klien untuk menenangkan diri.
2.      Memberi tanda perhatian baik verbal maupun non verbal
Dilakukan antaralain sewaktu klien berbicara panjang tentang peristiwa yang terjadi pada dirinya. Misalnya : hmm..., ya, lalu, terus.
3.      Mengajukan pertanyaan untuk mendalami dan klarifikasi
Dilakukan bila konselor ingin mendalami apa yang diucapkan atau diceritakan oleh klien
4.      Mendengar aktif yaitu dengan memberikan umpan balik atau merefleksikan isi ucapan dan perasaan klien.

C.        Keterampilan Bertanya
1.      Pertanyaan Tertutup
Menghasilkan jawaban “ya” atau “tidak”. 
2.      Pertanyaan Terbuka
a.     Jenis pertanyaan memakai kata “Bagaimana” atau “apa”
b.     Memberikan kebebasan kepada klien dalam menjawab secara aktif.
Pertanyaan terbuka merupakan cara yang efektif untuk menggali informasi

VI.         Langkah-Langkah Konseling
SA :     Salam, memberi perhatian dan menciptakan hubungan dan situasi nyaman.
T :        Tanya. Mengajukan pertanyaan untuk mengetahui kebutuhan, pengetahuan dan perasaan klien tentang masalah yang dihadapi dan latar belakangnya, Identifikasi effek dari masalah terhadap klien dan hal lain.
U :       Uraikan. Menguraikan dan tawarkan informasi umum mengenai alternatif pemecahan masalah untuk pengambilan keputusan.
TU:      Bantu klien untuk mengambil keputusan yang diinginkan. Beri waktu dan dorong klien untuk berpendapat
J :        Jelaskan secara rinci mengenai alternatif pemecahan masalah yang telah dipilih klien, konsekuensi-konsekuensi yang mungkin dihadapi. Ajukan pertanyaan apakah klien sudah mengerti apa yang disampaikan agar bisa membuat keputusan tanpa tekanan.
U :       Rencanakan kunjungan ulang atau rujuk ketempat pelayanan konseling bila diperlukan.

VII.        Tempat Konseling
Konseling dapat dilakukan dimana saja dengan syarat:
A.        Terjamin privacy
B.        Nyaman
C.        Tidak bising
D.        Tenang
                                      

Click to comment