Type something and hit enter

author photo
By On
Sabung Ayam Online dengan Promo Bonus Terbaik Indonesia
Bantul- Islam Berkemajuan yang saat ini telah dirumuskan Muhammadiyah dan menjadi referensi pemikiran dua kandidat Calon Presiden RI saat ini, ternyata telah menjadi konsep dari pendiri Muhammadiyah Kyai Haji Ahmad Dahlan seratus tahun lalu.
 
Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin, dalam Pembukaan Ramadhan PP Muhammadiyah yang diselenggarakan Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah dengan tema Dakwah Pencerahan Menuju Indonesia Berkemajuan ,di Gedung AR Fakhruddin B, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Selasa (1/6). Din menegaskan, Ahmad Dahlan ketika itu telah menyebut Islam Berkemajuan dengan berbahasa jawa, “Walaupun tidak secara persis mengatakan Islam berkemajuan, tetapi dalam bahasa jawa yang berarti Islam dengan demensi ruang dan waktu,” jelasnya. Pada sisi lain, Bung Karno pada tahun 1924 dalam buku Di Bawah Bendera Revolusi menurut Din, juga telah menyampaikan arah perkembangan Islam setelah kemerdekaan adalah Islam yang berkemajuan. Islam bekemajuan yang dirumuskan Muhammadiyah ini menurut Din sangat penting, karena sejalan dengan  cita-cita bangsa Indonesia yang termaktub dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yakni bangsa y6ang merdeka, berdaulat, adil dan makmur.  “Dan saat ini kita mensinyalir perkembangan bangsa Indonesia menjauh dari cita-cita Nasional para Founding Fathers kita,” katanya.
 
Din menambahkan, realitas kehidupan bangsa indonesia masih jauh dari cita2 nasional, terjadi stagnasi dan kejumudan dalam arah kebijakan Indonesia. “Indonesia yang tercerabut dari tratah cita2 nasional, yang kita saksikan sekarang, Indonesia lain yang jauh dari pandangan founding father dan saat ini tugas Muhammadiyah untuk meluruskan kiblat bangsa,” ungkap Din yang juga ketua umum MUI iniLebih lanjut Din menegaskan, ada korelasi aktif dinamis antara Islam berkemajuan dengan Indonesia berkemajuan. Indonesia berkemajuan adalah manifestasi Islam berkemajuan, untuk itu tidak salah apabila Muhammadiyah memberikan kontribusi pemikirannya demi Indonesia yang lebih maju,” pungkasnya.(mac)

Click to comment