Type something and hit enter

author photo
By On
debuyandi
Hidayatullah.com – Dalam peristiwa-peristiwa besar, selalu ada keajaiban-keajaiban. Itulah bukti kebesaran Allah Subhanahu wa Ta’ala. Itu pula yang terjadi di Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara ketika bencana gempa bumi dan tsunami pada bulan Desember 2014 lalu.
Begitu ganas terjangan gelombang tsunami, namun di banyak tempat masih ada masjid yang mampu berdiri. Padahal, bangunan di sekitarnya porak poranda.
Seorang fotografer yang belum diketahui namanya, berhasil mengabadikan fenomena luar biasa itu. Foto-foto masjid yang masih berdiri kokoh pernah dipublikasikan melalui internet beralamatkan www.themasjid.org/tsunami-mosques.htm dan http://www.inminds.co.uk/tsunami-mosques-standing.jpg
Di saat ribuan orang dan rumah diseret ombak, beberapa masjid justru nampak tegar berdiri dan menjadi tempat bernaungnya banyak orang dari terjangan ombak ganas.
Masjid-masjid yang utuh yang sempat diabadikan fotografer
Masjid-masjid yang utuh yang sempat diabadikan fotografer
Adalah Masjid Al-Hidayah, di pinggir jalan Meulaboh-Banda Aceh yang terlihat tegar. Gempa 8,9 skala richter dan kedahsyatan tsunami tak mampu menggeser bangunan tersebut. Bahkan saat tsunami, rumah Allah ini menjadi tempat berlindung sekitar 300 warga. Sementara di sekelilingnya sudah hilang dilumat air bah, termasuk gedung-gedung bertingkat.
Ada juga Masjid Al-Ikhlas, Kampung Lang Kruet, Lhoknga. Juga masjid Baiturrahim di Ulee Lheue, Banda Aceh, masjid Ba’abul Jannah di Ujung Karang, Meulaboh, masjid di Pasi Lhok (Pidie), masjid di kampung Kaju, masjid di Sigli, serta beberapa masjid lagi yang tidak ada keterangan lokasinya.
Masjid al-Ikhlas, kampung Lang Kruet, Aceh Besar, menjadi saksi bisu bencana tsunami. Saat kejadian, sekitar seratus orang berlindung di dalamnya. Menurut warga, keajaiban terjadi di masjid ini. Saat itu ketinggian air saat itu sampai atap masjid. Tapi, anehnya air di dalam masjid hanya sebatas mata kaki. Menurut banyak saksi mata, kayu-kayu yang hanyut justru menghambat laju masuknya air. Karena itu banyak warga yang berlindung di tempat ini semuanya selamat. Padahal di depan mereka, reruntuhan puing rumah-rumah mereka terseret ombak.
Hanya berjarak sekitar tiga kilometer dari masjid itu, dari balik reruntuhan dan pepohonan nampak sebuah masjid yang juga utuh. Sementara bangunan sekitar rata dengan tanah.
foto Masjid Rahmatullah Lampu’uk
foto Masjid Rahmatullah Lampu’uk
Masjid kampung Kaju, misalnya, hanya mengalami kerusakan kecil di dindingnya, sementara ratusan rumah di sekitarnya hilang ditelan tsunami. Di Meulaboh, ada masjid yang masih tampak kokoh padahal sekitar 90% bangunan sekitarnya roboh.
“Di Pasi Lhok, 100 orang aman berteduh di dalam sebuah masjid. Sedang semua rumahnya telah lenyap,” ujar Teungku Kaoy Ali, ulama setempat.
Agen berita foto internasional AFP sempat memotret sebuah masjid di Sigli yang-seolah-olah tak tersentuh air, meski hampir seluruh bangunannya terbuat dari kayu. “Masjid dari kayu itu justru selamat tanpa cedera meski semua bangunan di sekitarnya telah lenyap,” begitu tulis AFP.
Yang lebih fantastis adalah bangunan masjid Rahmatullah yang berada Kampung Lhoknga, Kecamatan Aceh Besar. Masjid dengan tiga kubah yang didirikan pada 12 September 1997 itu, ternyata mampu bertahan meski sudah digelontor amukan gelombang tsunami yang sungguh dahsyat. Karena letaknya di tengah lembah dan dikala seluruh bangunan yang ada disekitarnya rebah, masjid bercat putih ini bila dipandang dari kejauhan tampak mengapung ke udara.
Semoga pesan ini bisa menjadi muhasabah bagi kita semua, sebagai tanda-tanda kekuasaan Allah Subhanahu Wata’ala bagi orang-orang yang mau berfikir.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Click to comment