Type something and hit enter

author photo
By On
advertise here
BLOGGER KALTENG - Sabtu, 21 Januari 2016 masyarakat di beberapa daerah di Kalimantan Tengah seperti Sampit, Seruyan, Katingan, Lamandau, Pulang Pisau, dan Kota Palangka Raya dihebohkan dengan munculnya spanduk-spanduk provokatif dengan isi dan konsep yang sama, hanya saja tampilan desainnya berbeda. 

Seperti terstruktur dan terencana dengan baik, spanduk hasil dari oknum provokatif menyebar dan terpasang di sejumlah titik strategis tanpa diketahui siapa yang melakukannya.

Keadaan mulai heboh ketika salah satu netizen Kota Palangka Raya melalui akun facebook Debu Yandi pada 21 Januari 2017 pukul 19.29 WIB memposting "Siapa yang melakukan ini? Lokasi jln. Rinjani (depan kelurahan palangka) sudah kami lepas.." dengan lampiran 5 buah foto spanduk dengan tulisan "UMAT ISLAM KOTA PALANGKA RAYA MENOLAK HABIB RIZIEQ SHIHAB SEBAGAI IMAM BESAR UMAT ISLAM INDONESIA.

Tidak menunggu lama, postingan itu mendapat respon keras dari netizen. Mulai dibagikan dan disebarluaskan di media sosial dengan caption yang mengutuk keras tindakan provokatif seperti ini.
Rupanya postingan dari netizen itu mendapat respon dan reaksi cepat dari akun facebook Gubernur Kalteng Sugianto Sabran.

Pantaun Blogger Kalteng, reaksi cepat dan tanggapan Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran pertama kali mucul di akun Debu Yandi pada pukul 20.27 WIB di malam yang sama. Kemudian muncul juga disemua postingan netizen lainnya di kolom komentar.

Baca Juga : Munculnya Spanduk Provokatif, Begini Reaksi Cerdas Umat Islam Kalteng Menanggapinya

"Reaksi cepat Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran ini ditanggapi oleh netizen sebagai intruksi dan himbauan sekaligus memberikan rasa aman dan mengubah suasana menjadi lebih "adem". 

Berikut komentar Gubernur Kalteng melalui akun facebook Sugainto Sabran:
Ass. Saya secara pribadi baik pun Gub Kalteng, Saya Kordinasi dengan ketua DAD dan sek DAD Pak Yansen binti. Supaya segera memantau dan memerintah kan supaya spanduk tersebut segera di copot. Saya minta umat Islam Kalteng bersabar untuk menyikapi hal ini. Semangat keragaman dan Salam Isen Mulang. Tks..
***
Pada tanggal 22 Januari 2017 pukul 10.12 WIB akun Debu Yandi kembali memposting:
=> Sudah waktunya umat ISLAM KALIMANTAN TENGAH BERSATU teriak lantang menolak dan mengutuk aksi adudomba oknum "pengecut" mengatasnamakan umat Islam dengan pemasangan spanduk...
=> Umat Islam Kalteng harus #kembalikejalan bersatu dalam rangka menjaga perdamaian sesuai dengan Falsafah Huma Betang.
=> Bukan membela nama FPI, bukan membela Habib Rizieq... tapi membela NAMA ISLAM.
Bagaimana?
***

Postingan ini mendapat respon dari sejumlah netizen termasuk salah satunya adalah Gubernur Kalimantan Tengah melalui akun Sugianto Sabran. Berikut komentarnya:

Semestinya seluruh komponen masyarakat Kalteng wajib hormat menghormati antara pemeluk agama yang satu dan yang lain nya, saling menghargai perbedaan. Sesuai falsafah huma betang, Tapi itu belum berjalan sesuai dengan harapan.. (Pukul 17:40 WIB)

Ulun selaku pribadi mau bertanya, apa kah masih di anggap suku Dayak tanpa agama Islam atau sebaliknya. Untuk itu Ulun minta mari kita saling menghargai dan lupa kan masa lalu untuk membangun Kalteng lebih baik. Tidak ada yang sakti di dunia kecuali sang maha pencipta.. (Pukul 17:44 WIB)

Kita orang Dayak harus saling menghargai dalam keberagaman rumah betang, hilangkan sikap saling menghujat untuk menuju Kalteng berkah.. (Pukul 17:46 WIB)

Jakarta ya Jakarta, Kalbar ada lah Kalbar. Kalteng perlu membangun. Hilangkan semua perbedaan, Tamu datang ke Kalteng agama apa pun mari kita hargai. Kita wajib menerima dan menghargai tamu ibarat raja, jangan selalu berpikiran sempit dan merasa diri sendiri yang paling hebat. Salam Isen Mulang, Terima kasih.. (Pukul 17.49)
***
Saya selalu membayangkan, bagaimana jika tidak ada respon cepat oleh Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran, apakah mungkin keadaan bisa diredam dan umat Islam bisa menahan diri, terutama mereka yang muda. Saya dan mungkin netizen lainnya sangat berterima kasih dengan respon cepat Gubernur Kalteng seperti ini. Bagimanapun juga, kami akan selalu siap mendukung, mengawal, dan melakukan apa yang bisa kami lakukan untuk menuju KALTENG BERKAH (Bermartabat, Elok, Religius, Kuat, Amanah dan Harmonis).

***
Yandi Novia
Blogger Kalteng

Click to comment