Type something and hit enter

author photo
By On
Sabung Ayam Online dengan Promo Bonus Terbaik Indonesia
BLOGGER KALTENG (Palangka Raya) - Masih semangatkan baca-baca artikel di Blog saya? Semoga masih semangat dan kembali berkunjung. Karena setiap harinya di tahun 2018 saya akan konsisten update tulisan. Targetnya sih, 5 artikel setiap hari. Do'akan yaaa... Padahal saya membuka kerjasama dengan para penulis lainnya untuk berkontribusi mengisi konten blog ini, di tahun 2018 akan saya tutup mungkin. Karena sampai pada saat ini belum ada yang mengirimkan tulisan.

Yaaa...seperti judul tulisan ini. Kenapa saya merindukan sosok Mas Boim Lebon? Singkat ceritanya dulu pada acara Musyawarah Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kalimantan Tengah pernah mengundang Mas Boim untuk mengisi workshop kepenulisan nasional di Aula Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, tahun 2013 silam. Kebetulan saya menjadi moderator pada saat itu, sungguh kehormatan dan kesempatan yang langka.

Tema sederhana yang kami angkat adalah "Menulis dengan Hati Bersama Boim Lebon". Sebelumnya juga pernah bertemu dan membersamai Mas Boim, di tahun yang sama di Aula STAIN Palangka Raya (sekarang IAIN Palangka Raya) dalam rangka kegiatan Forum Lingkar Pena Wilayah Kalimantan Tengah.

Sekarang tahun 2017, dan 3 hari lagi tahun 2018. Memori bersama Mas Boim Lebon masih saya ingat dengan jelas. Sesekali saya masih bertegur sapa dengan beliau melalui WhatsApp, bahkan saya pernah membuat tulisan singkat mengenai mention saya dengan Mas Boim di twitter. Baca disini : Saya Bertanya, Boim Lebon Menjawab Kadang juga saya mendapatkan kiriman whatsapp dari Mas Boim berupa informasi dan poster acara beliau. Kerenkan? bagi saya itu keren.

Kan udah lama, kok masih ingat?
Karena semangat saya belajar menulis di blog ini berkat mengikuti seminar Mas Boim Lebon. Ada kata-kata yang masih saya ingat "Jadilah menulis sebagai jalan hidup, bagi kamu yang mempunyai semangat untuk belajar menulis". Kata-kata itu masih saya catat dan ingat betul. Buku Faris dan Haji Obet yang beliau bawa pada saat itu, menggugah saya untuk menulis. Tulisan dari keseharian beliau ditulis begitu rapi, hangat dan mendidik.

Lalu?
Beberapa kali sudah ke Jakarta, ingin bertemu Mas Boim, tapi masih menunda untuk melakukannya. Semoga di lain waktu bisa bertemu beliau kembali, belajar banyak hal dari sosok sederhana dan kerennya mas Boim Lebon.

Salam Rinduku

Baca juga :
IMM Kalteng Hadirkan Boim Lebon dan Ibnu HS Sastrawan Kalteng
Menjadi Host Workshop Kepenulisan Bersama Boim Lebon
Rektor Universitas Muhammadiyah Palangkaraya Mendapat Kunjungan Produser RCTI

Click to comment