Type something and hit enter

author photo
By On
debuyandi

Ya, sangat benar bgt tuch…

Contohnya saja anak-anak asrama Muhammadiyah, mereka mampu menjadikan hidup dikota itu sangat murah dan asyik, bayangkan saja 7 s.d 8 orang rame-rame memancing cari ikan, pasti banyak tuch pendapatannya, sayur kadang gak beli, tinggal nyari di pinggiran jalan, sayur kalakai, genjer, dan mereka juga bercocok tanam di depan asrama, ada sebidang tanah yang tidak begitu luas. Walaupun ujung-ujungnya makanan favorit lah yang hadir “mie dan telur”.
Bertahan hidup dikota itu sangat mudah kawan, diantaranya:
  1. Berfikir sederhana dalam hal makanan, jangan nyarinya yang enak terus;
  2. Merasa cukup dengan yang telah ada; (tetap berusaha mencari yang lebih baik);
  3. Gunakan tantangan jadi peluang, jadilah pribadi yang pantas untuk dipekerjakan;
  4. Perbanyak silaturrahmi dengan orang-orang disekitar dan disekelilingmu;
  5. Sering-sering shalat berjamaah di Masjid, pasti rezqi mu lancar;
  6. Jangan banyak ngelamun, tapi banyak bekerja; yang penting halal;
  7. Punya baju batik; emmm..ini perlu kawan, apalagi ada persepsi pernikahan, biasanya tamu-tamu menggunakan baju batik, nah. Dimanapun dan kapan pun kamu bias ikut nongkrong disitu, dapat atau gak dapat undangan, ikut aja kawan.
  8. Suka berorganisasi, apalagi ketika ada pengkaderan, 3 s.d  7 hari, selain dapat ilmu kawan-kawan juga dapat makanan gratis, (lumayan menghemat biaya dan makanan tambahan)
  9. Punya link untuk mengetahui informasi perayaan hari-hari besar Islam.
  10. Yang pastinya, bergerak sekarang kawan jangan nanti.

Selamat mencoba… walaupun konyol, insya Allah halal.
Kembali ke cerita anak asrama PKUM, disana rame banget kalau masak bareng-bareng, jadi bagi tugas ada yang masak nasi, ada yang nyari dan beli sayur, kemudian ada yang kebagian bersihin sayurnya, dan ada yang masak, dan ada pula tuch yang hebat, tinggal makan.
Piringnya nyuci sendiri-sendiri, eemm..walaupun 14 orang piringnya gak nyampe 14, bahkan sendok aja sisa 2, bayangkan kawan bagaimana ramenya, yachh..begitulah, namun kebersamaan selalu indah, tidak pernah ada perkelahian dan perselisihan, selalu Nampak mesra dan saling berpelukan. Kadang-kadang gak ada angin gak ada hujan, datang tuch orang bawa makanan atau sayuran, rezki tak terduga. 
Hidup sederhana adalah sebuah keharusan, apalagi tidak seperti mahasiswa lainnya, yang mendapat kiriman dari orang tua, namun kami berusaha sebaliknya kami yang mengirimkan uang ke orang tua, kami berusaha menunjukkan bahwa hidup dikota itu mudah kawan, dan tanpa kiriman dari orang tuapun kami mampu bertahan hidup, berkembang dan bangkit serta berlari layaknya orang-orang.
Nasi goreng+garam kecap saja sudah jadi, apalagi ditambah ikan asin.
Makan yang paling enak itu, adalah makan ketika engaku merasa begitu lapar”


Bersambung…………………………….


Click to comment