Type something and hit enter

author photo
By On
advertise here
BLOGGER KALTENG (Palangka Raya) - Artikel : The Dilemma of Palm Oil (and What You Can Do) ditulis oleh Robin Raven (July 13, 2017) menarik untuk dibaca. Dia menjelaskan bahwa "rumah" kita telah banyak terbakar. Bahkan kita tidak punya lagi tempat untuk pergi. Gambar utama yang ia tampilkan adalah keadaan orang utan yang tengah berbaring dengan mata polosnya. Robin Raven mengatakan bahwa orang utan merupakan hewan yang cukup beruntung mampu bertahan hidup dari bahaya "penggundulan hutan", namun hal ini yang dikemudian menyebabkan penderitaan panjang sebelum mereka mati. Hal ini terjadi karena persaingan untuk mendapatkan makanan ada penurunan ketersediaannya.
Robin Raven juga menjelaskan dampak terhadap lingkungan hidup. Penggundulan hutan di daerah tropis akan menghasilkan sekitar 10% emisi gas rumah kaca buatan manusia yang akan menyebabkan perubahan iklim. Dampaknya akan lebih banyak karbon ke atmosfer, kemudian mempercepat pemanasan global.

...and What You Can Do...Beralihlah ke minyak nabati alternatif, dan lainnya (baca artikelnya di : The Dilemma of Palm Oil (and What You Can Do)
Artikel yang ditulis Robin Raven ini kemudian dikomentari dan dibantah dengan pernyataan dari Vallauthan Subraminam (Direktur Utama PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk) yang menyetakan bahwa "Kampanye Antisawit Bagian dari Perang Dagang".
"Kampanye antisawit itu, isunya tak faktual, tidak sesuai kenyataan di lapangan. Ini perang dagang yang diprovokasi oleh produsen minyak nabati lain, menggunakan LSM asing untuk menjelekkan sawit tanpa dasar dan fakta," kata Vallauthan Subraminam. Baca selengkapnya di : Kampanye Antisawit Bagian dari Perang Dagang 

Bagaimana komentarmu???

Baca Juga :
1) Kampanye 'No Palm Oil' Menyesatkan 
2) Ekonom Pertanian Desak Pemerintah Bertindak Atas Kampanye Negatif Sawit
3) Minyak Sawit Kian Sukses, Kampanye Negatif Makin Sengit 
4) Indonesia-Malaysia Siap Lawan Kampanye Anti-Sawit

***
Debu Yandi || Blogger Kalteng
E-mail : yandi.novia43@gmail.com
WA/ SMS : 089692476907

Click to comment