Type something and hit enter

By On
debuyandi

BLOGGER KALTENG (Palangka Raya) - Tuadak atau mangkahai (bahasa dayak ngaju) dan dalam bahasa Indonesia dikenal dengan nama Buah Cempedak adalah tanaman buah-buahan dari famili Moraceae (id.wikipedia.ord). Buahnya mirip seperti buah nangka, hanya saja yang membedakan rasa, aroma dan tekstur buahnya lebih kecil. Buah cempedak hanya bisa tumbuh pada dataran rendah hingga 1000 meter dpl. Buah ini asli dari Indonesia yang hanya ditemukan di daerah Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Maluku dan Papua.

Buah cempedak ini tergolong buah yang unik, kenapa demikian? Karena hanya bagian kulit luar dan tangkai (bagian dalam buah) yang tidak bisa di makan.

Aneka cara mengolah buah cempedak ini cukup beragam, mulai dari kulitnya yang bisa dibuatkan asinan, digoreng, di sayur lodeh, di oseng, daging buahnya yang bisa dijadikan cemilan seperti pisang goreng, cara pembuatannya pun sama dengan pembuatan pisang goreng pada umumnya. Beberapa olahan juga mencampur biji cempedak dalam adonan. Masih banyak lagi olahan kulit cempedak yang bisa dibuat, misalkan mencampur asinan kulit cempedak dengan udang papai, pada umumnya olahan ini akan banyak dijumpai di Kota Palangka Raya.

Selain upak tuadak (kulit cempedak) yang di olah, bijinya juga bisa diolah menjadi cemilan. Cara pengolahannya juga bisa dengan dibakar, digoreng, dan pada umumnya lebih banyak di rebus begitu saja. Rasanya cukup nikmat di lidah.

Nah, selain itu, salah satu cara khas suku dayak ngaju dalam mengolah buah cempedak adalah dengan dibakar, yaitu buah cempedak yang masih muda. Buah cempedak muda bakar pada umumnya akan menjadi sayur lalapan yang nikmat.

Pada video berikut ini, saya mencoba mengolahnya dengan cara dibakar. Hanya sedikit kaum milenial yang mengetahui cara pengolahan buah cempedak muda yang dibakar. Yukk saksikan video berikut :


***
Debu Yandi | Blogger Kalteng
Kirim yukk artikel kamu tentang wisata dan kearifan lokal Kalimantan Tengah.
Email : yandi.novia43@gmail.com

Click to comment