Type something and hit enter

author photo
By On
debuyandi
Musyawarah Wilayah Muhammadiyah dan Aisyiyah Provinsi Kalimantan Tengah yang ke-VIII di Pangkalan Bun (7-8 November 2015) dengan mengambil tema "Gerakan Pencerahan Menuju Indonesia Berkemajuan" yang sasarannya untuk "Memantapkan Komitmen Menuju Kalimantan Tengah Berkemajuan dan Bermartabat menyisakan banyak suara-suara miring dari pada pemangku kepentingan yang ingin masuk serta kritik sekaligus pemberitaan media yang miring terhadap salah satu Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalteng yang kemudian berdampak pada citra negatif untuk persyarikatan.


Di Muhammadiyah tidak ada kata "ambisi" untuk menjadi pimpinan karena semata-mata perjuangan di Muhamamdiyah berdasarkan keikhlasan untuk mengabdi. Sehingga paradigma yang dibangun oleh K.H Ahmad Dahlan "Hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari hidup di Muhammadiyah" menjadi sebuah pijakan, walapun seiring dengan perjalanan dan perkembangannya kini paradigma itu kembali dibangun dengan "Hidup-hidupilah Muhammadiyah, dan hiduplah bersama Muhammadiyah.

Sebagai kader persyarikatan saya sangat menolak sebuah pemberitaan dari salah satu Media Cetak Lokal Kalimantan Tengah yang memberitakan hal miring kepada salah satu unsur Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, dengan kalimat "Ahmad Syar'i Masih Berambisi", yang dikaitkan Posisi beliau sebagai Ketua KPU Kalteng dengan tugas dan amanah pengabdian di Muhammadiyah.

Jika dibaca dengan cermat, antara Judul dan isi berita sangat berbeda jauh, pernyataan Ahmad Syra'i tidak ada mengarah pada kata 'AMBISI', ini yang salah pembaca, wartawan, atau editor yang tidak bisa membedakan maksud dari sebuah pernyataan "Saya siap semua, kitakan hanya "mengabdi" mau jadi ketua atau wakil ketua sama saja". Menjadi pengurus Muhammadiyah itu tidak digaji, semua murni karena pengabdian, tidak ada NPWP (Nomor Piro Wani Poro) dalam pemilihan pimpinan, karena itulah Muhammadiyah mampu bertahan ditengah terombang-ambingnya Negeri ini. Jadi. kata "AMBISI" sangat tidak relevan dan sesuai bila disandingkan dengan Muhammadiyah.

Kemudian kata yang tidak pantas untuk disebutkan "Ahmad Syar'i masih berambisi melanjutkan kekuasaanya di Muhammadiyah kalteng". Perlu saya sampaikan bahwa di Muhammadiyah tidak ada kata "kekuasaan", itu sangat jauh dari Muhammadiyah, seharusnya wartawan dan editor lebih cerdas lagi melihat sebuah realita, tidak asal memberitakan saja, seakan-akan berita ini menjadi penglaris tampil di halaman pertama. Ada-ada saja!!!

1 komentar:

avatar

Perkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi files menggunakan hosting yang baru?
Jika ya, silahkan kunjungi website ini www.kumpulbagi.com untuk info selengkapnya.

Di sana anda bisa dengan bebas share dan mendowload foto-foto keluarga dan trip, music, video, filem dll dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis :)

Click to comment