Type something and hit enter

author photo
By On
debuyandi


Betapa tidak pilu rasanya melihat orang-orang saling berpasangan berfoto di taman Saya Cinta Kota Cantik, sementara bagi Jones hanya berpasangan dengan bayangnya. Hatinya seperti terhiris sembilu, sampai-sampai ketika makan terasa makan batu kerikil, keras dan tidak berasa. Kepedihan hati terselimuti otak yang semakin kacau, belum lagi mendekati malam tahun baru si Jones mulai berpikir gila dan tidak mampu lagi menahan amarah. Hingga akhirnya taman “Saya Cinta Kota Cantik” menjadi objek amarah si Jones, mejadi bulan-bulanan pikiran kelamnya saat itu. Amarahnya semakin memuncak ketika memandang lambang “cinta” yang identik dengan “hati” berwarna merah semakin jelas terlihat. Bahkan amarahnya tidak mampu ia kendalikan karena tidak sengaja melihat Bak Sampah yang berpasangan seakan bergandengan mesra, alhasil Jones semakin pilu. 
 
Akhirnya huruf “A” di akhir kata “Saya” berhasil ia rusak, karena menurut analisa sederhana saya nama mantan yang sangat si Jones cintai dahulu berawal dari huruf “A”. Awalnya si Jones akan merusak semua huruf demi huruf setelah ia merusak huruf “A”, namun ia tiba-tiba sadarkan diri menangis dengan terisak-isaknya dan berucap “aku tahu ini bukan salahmu man (sapaan akrab taman), aku sadar, sangat sadar, tapi aku tidak mampu menahan kepedihan hati ini”, ia pun pergi sempat duduk termenung mengingat setiap detik-detik kesalahannya terhadap huruf “A” taman SCKC.

Kini, si Jones mulai tersenyum kembali melihat huruf “A” kembali ada. Jika suatu saat huruf ini mampu bertahan dan tidak lagi dirusak, berarti si Jones telah mampu untuk Move On dari masa lalunya yang sungguh tragis. Semoga Jones segera bertemu dengan jodohnya, dengan itu taman “Saya Cinta Kota Cantik” akan tetap ada dan kembali terjaga.

#debuyandi #bloggerkalteng

Click to comment