Type something and hit enter

author photo
By On
advertise here

BLOGGER KALTENG (Palangka Raya) - Selamat hanjewu kawan pahari Blogger Kalteng. Setiap bulan di Indonesia pasti ada hal-hal baru yang tengah hits atau viral diperbincangkan di dunia maya. Nah, belakangan ini penduduk dunia maya tengah dihadapkan dengan tren Skip Challenge.

Apa itu Skip Challenge?

Tantangan ini sedang ngehits banget, terutama bagi pelajar dan anak-anak. Skip Challenge adalah tantangan yang dilakukan dengan menekan bagian dana sekeras-kerasnya selama selang beberapa waktu untuk membuat seseorang kekurangan oksigen, hal ini dilakukan agar seseorang tersebut kekurangan oksigen sehingga menyebabkannya pingsan.
Sudah banyak video-video yang beredar remaja ataupun pelajar yang melakukan tantangan ini. Karena menurut mereka memberi pengalaman yang menyenangkan dan menegangkan.

Apakah Skip Challenge aman untuk dilakukan?

Setelah Blogger Kalteng mereview beberapa artikel dan berita mengenai Skip Challenge, seperti dilangsir dari bintang.com bahwa Skip Challenge sangat berbahaya karena berpotensi menyebabkan hipoksia, kejang, pingsan, kerusakan otak, bahkan kematian. "Saat melakukan passout challenge (atau skip challenge) mereka meniru kondisi kekurangan napas. Itu menghentikan otot dada bergerak, sehingga oksigen minim di otak," kata Dr.Nick Flynn dari Union Quay, Medical Centre, Cork, seperti dimuat irishexaminer.com.

Masih dari bintang.com, Dr. Flynn memaparkan, yang terjadi pada otak saat skip challenge sebenarnya mirip dengan waktu seseorang tenggelam, tersedak atau mengalami serangan jantung. "Kondisi itu menyebabkan hipoksia dan dapat memicu kejang bahkan kematian. skip challenge sangat berbahaya," sambungnya.

Meski kesadaran bisa kembali, namun ada risiko lain dari skip challenge, yakni terjatuh atau cedera setelah siuman dari pingsan. Di samping itu, jika otak kekurangan oksigen lebih dari tiga menit maka bisa mengakibatkan kerusakan, bila lebih dari 5 menit akibatnya jauh lebih fatal.

***
Untuk itu Blogger Kalteng mengingatkan kepada remaja/ pelajar Kalimantan Tengah khususnya agar tidak mencoba untuk melakukan tantangan Skip Challenge. Sosialisasikan juga kepada teman-temanmu di sekitar yaa. Begitu juga kepada Kepala Sekolah, Guru ataupun orangtua siswa sangat penting untuk mengetahui hal ini. Semoga artikel ini bermanfaat.

***
Debu Yandi
Blogger Kalteng


Click to comment