Type something and hit enter

author photo
By On
Sabung Ayam Online dengan Promo Bonus Terbaik Indonesia
BLOGGER KALTENG (Palangka Raya) - Pada tanggal 23-25 September 2017, Community TB-HIV Care Aisyiyah SR Kalimantan Tengah mengadakan pelatihan Capacity Building of CSO (Program Management and Fundraising) yang diikuti oleh 20 orang peserta. Mereka merupakan masyarakat yang peduli terhadap penyakit Tuberkulosis dan HIV-AIDS di Kota Palangka Raya.

Gagasan mengenai pembentukan Kelompok Masyarakat Peduli (KMP) TB-HIV mulai dijajaki pada pelatihan ini. Kemudian, pelatihan selanjutnya fokus pada Capacity Building of CSO (Advocation and Communication) yang dilaksanakan pada 29-30 September 2017 bertempat di Aula PWM Kalteng.

Beberapa peserta pelatihan pertama diikutkan dan ditambah dengan peserta perwakilan dari ODHA (Orang Dengan HIV-AIDS) serta perwakilan dari IWAPA (Ikatan Waria Palangka Raya).
Seperti judul kegiatannya, pelatihan ini fokus pada Advokasi dan Komunikasi. Tujuannya adalah meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam melakukan komunikasi dan advokasi. Kemudian, meningkatkan komitmen peserta untuk berperan aktif melakukan Advokasi sebagai upaya Penanggulangan TB-HIV di wilayahnya masing-masing. 
Cara berkomunikasi atau melakukan sosialisasi TB-HIV juga dipelajari oleh peserta. Hal ini sebagai pendalaman materi, karena sebelumnya beberapa peserta merupakan kader TB dan kader TB dari tokoh Agama/ Masyarakat yang telah dilatih sejak lama.
Kelompok Masyarakat Peduli (KMP) TB-HIV menjadi hal yang difokuskan peserta pada pelatihan ini. Karena dalam pemetaan kegiatan advokasi, banyak masyarakat Palangka Raya yang belum mengetahui apa itu Tuberkulosis. Bagaimana cara penularannya. Apa saja ciri-ciri orang yang terinfeksi?
Padahal, penularan Tuberkulosis sangat mudah. Berbeda halnya dengan penularan HIV-AIDS. Tuberkulosis menyebar melalui udara ketika seseorang dengan positif TB batuk, bersin atau menyebarkan butiran ludah mereka melalui udara kemudian terhirup oleh orang disekitarnya. 
Bagaimana ciri-cirinya? Penderita TB akan mengalami batuk, yang tak kunjung sembuh selama dua minggu. Mengalami demam, meriang, batuk berdarah, nyeri dada, nafsu makan berkurang dan berat badan menurun serta berkeringat di malam hari tanpa melakukan kegiatan.
Harapannya, dengan pelatihan ini mampu merancang proses advokasi berbasis kelompok masyarakat sebagai aksi bersama dalam upaya memutus mata rantai penularan TB-HIV di Kota Palangka Raya. Lalu, apa aksimu? Lakukan sesuatu untuk Palangka Raya Bebas Tuberkulosis. Bergeraklah bersama kami.

***
Yandi Novia
ACSM Specialist
Community TB-HIV Care Aisyiyah Global Fund ATM
Sub Recipient Kalimantan Tengah
Jln. RTA. Milono, KM. 1,5 (Komplek Perguruan Muhammadiyah)
Kota Palangka Raya

Hubungi saya :
089-692-476-907
085-348-675-333

***
Debu Yandi | Blogger Kalteng

Click to comment